Minggu, 23 Desember 2018

Tipe - Tipe Gaya Belajar


Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan dengan cara yang lain. setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar sambil mendengar musik, ada juga yang lebih suka dengan suasana tenang. Ada yang menyukai belajar dari praktik, ada juga yang lebih menyukai belajar cukup dari baca buku saja. Mengetahui gaya belajar seperti apa yang sesuai untuk Anda bukan berarti membatasi kemampuan Anda, justru cenderung akan membantu belajar lebih efektif dan efisien.

Apa itu Gaya Belajar Visual, Auditory dan Kinestetik?

Model gaya belajar VAK adalah suatu model yang dikembangkan oleh para psikolog pada tahun 1920an, dengan melakukan pendekatan menggunakan penerima sensor ransangan paling utama dalam otak Anda, yaitu visual, auditori dan kinestetik. Berdasarkan model ini, umumnya seseorang memiliki satu gaya belajar yang paling sesuai bagi dirinya, sehingga gaya belajar tersebut akan jadi yang paling dominan Anda gunakan. Tapi dalam pengaplikasiannya, penggabungan beberapa gaya belajar seringkali ditemukan.

Nah, maka dari itu supaya memudahkan proses belajar kita harus tahu dulu nih gaya belajar seperti apa yang sesuai dengan diri kita. Ini bakal ngebantu kita banget lho! Apalagi buat yang masih bingung cara belajar yang tepat.



1. Gaya Belajar Visual

Seseorang yang memiliki gaya belajar visual cenderung belajar melalui hubungan visual (penglihatan). Dengan demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal, ia menggunakan materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera penglihatan. Materi atau media yang bisa digunakan adalah buku, poster, majalah, rangka tubuh manusia, peta, dan lain-lain.Sedangkan gaya belajar visual yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber informasi. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk.


            Karakteristik Tipe Visual:

1.      Lebih mudah mengingat dari yang dilihat daripada yang didengar
2.      Lebih suka membaca daripada dibacakan
3.      Berbicara dengan tempo agak cepat
4.      Cukup peduli dengan penampilan dan pakaian
5.      Lebih menyukai melakukan demonstrasi daripada pidato
6.      Sulit untuk menerima instruksi secara verbal kecuali ditulis
7.      Tidak mudah terdistraksi dengan keramaian
8.      Suka menggambar apa pun di kertas

Cara Belajar yang Tepat untuk Visual:

1.      Belajar dari gambar maupun video yang menarik
2.      Membaca buku yang tidak hanya tulisan saja tetapi juga memiliki ilustrasi
3.      Saat belajar bisa sambil lakukan doodling supaya lebih focus
4.      Gunakan spidol warna-warni saat membuat catatan
5.      Membuat mind mapping untuk memudahkan belajar

2. Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar ini cenderung menggunakan pendengaran/ audio sebagai sarana mencapai keberhasilan dalam belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat eksternal adalah dengan mengeluarkan suara atau ada suara. Mereka dapat membaca keras, mendengarkan rekaman kuliah, diskusi dengan teman, mendengarkan musik, kerja kelompok, dan lain-lain. Gaya auditori yang bersifat internal adalah memerlukan suasana yang tenang-hening sebelum mempelajari sesuatu. Setelah itu diperlukan perenungan beberapa saat terhadap materi apa saja yang telah dikuasai dan yang belum.



            Karakteristik Tipe Auditorial:

1.      Lebih mudah mengingat sesuatu dari apa yang didengar daripada yang dilihat
2.      Senang mendengarkan
3.      Mudah terdistraksi dengan keramaian
4.      Kesulitan dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual
5.      Pandai menirukan nada atau pun irama suara
6.      Senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir mereka
7.      Biasanya merupakan pembicara yang fasih
8.      Mudah dalam mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru

Cara Belajar yang Tepat untuk Auditorial:

1.      Dengarkan musik yang disukai
2.      Bisa merekam saat guru mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali
3.      Apabila membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat
4.      Mendengarkan materi yang diajarkan guru saat di kelas dengan seksama
5.      Belajar dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat materi

3. Gaya Belajar Kinestetik 

Orang yang bergaya belajar kinestetik belajar melalui gerakan-gerakan sebagai sarana memasukkan informasi ke dalam otaknya. Penyentuhan dengan bidang objek sangat disukai karena mereka dapat mengalami sesuatu dengan sendiri. Gaya belajar jenis ini yang bersifat eksternal adalah melibatkan kegiatan fisik, membuat model, memainkan peran, berjalan, dan sebagainya. Sedangkan gaya belajar kinestetika yang bersifat internal menekankan pada kejelasan makna dan tujuan sebelum mempelajari sesuatu hal.



           Karakteristik Tipe Kinestetik:

1.      Menyenangi belajar dengan metode praktik
2.      Kadang kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam bercerita
3.      Menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari
4.      Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh
5.      Menghafal dengan cara berjalan atau melihat

Cara Belajar yang Tepat untuk Kinestetik:

1.     Saat mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan
2.  Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari
3.     Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
4.    Bisa mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, misalnya untuk pelajaran Sejarah bisa mengunjungi museum
5.     Mengikuti ekstrakurikuler seperti seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)

Yaa, itulah perbedaan dari tiga gaya belajar tersebut. Bagaimana? Apakah sudah lebih memahami dirimu lebih baik lagi? Dan juga setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar. Semoga dengan memahami gaya belajar yang tepat, bisa belajar secara lebih efektif lagi ya! J


Source :
http://meylina-naini.blogspot.com/2010/05/jenis-jenis-gaya-belajar.html


Psikologi Perkembangan

Hai! kali ini saya berbagi power point mengenai psikologi perkembangan, dimana didalam slide tersebut membahas psikologi perkembangan dari tahap remaja sampai dewasa akhir atau masa tua. Semoga bermanfaat!! :)

Psikologi Abnormal

Hai! Kali ini saya membagikan artikel mengenai psikologi abnormal. Selamat membaca, semoga bermanfaat :)

Senin, 17 Desember 2018

Mari Kenali Kepribadianmu!


Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial kita selalu membutuhkan juga sekaligus dibutuhkan oleh orang lain. Sehingga kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Manusia mempunyai karakter yang berbeda- beda dan unik. Karakter atau juga disebut sebagai kepribadian bisa dipelajari dan memiliki kesamaan antara orang satu dengan yang lainnya
Sebenarnya, ada beberapa teori mengenai macam-macam kepribadian. Teori yang paling popular dan terus dikembangkan adalah teori Hippocrates-Galenus. Yang merupakan pengembangan dari teori Empedocles. Berdasarkan pemikirannya, ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang sangat penting di dalam tubuh manusia.yaitu :


 1. MELANKOLIS – SI SEMPURNA


 Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan Melanchole (empedu hitam). Dimana orang yang melancholis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti mudah kecewa, daya juang kecil, muram, pesimistis, penakut, dan kaku. Melankolis umumnya tertutup, suka memendam masalah, kalaupun dibagi, pastilah dibagi dengan orang yang paling diapercaya entah keluarga ataupun teman. Mereka juga kadang suka meremehkan diri mereka sendiri.
Tetapi, orang dengan kepribadian melankolis juga memiliki karakter cenderung bersikap rapi, teratur, terencana, dan mampu mempertimbangkan segala sesuatu dengan melihat hal- hal kecil. Secara penampilan fisik, orang dengan tipe melankolis sempurna tampak rapi, baju mulus, sepatu bersih, barang bawaan tertata rapi, buku tertata dengan rapi, tulisan rapi.
Kelebihan:
-          Analitis, mendalam, dan penuh pikiran
-          Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal
-          Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis)
-          Sensitif
-          Mau mengorbankan diri dan idealis
-          Standar tinggi dan perfeksionis
-          Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)
-          Hemat
-          Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)
-          Kalau sudah mulai, dituntaskan.
-          Berteman dengan hati-hati.
-          Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
-          Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
-          Sangat memperhatikan orang lain
Kelemahan:
-          Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
-          Mengingat yang negatif & pendendam
-          Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah
-          Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan
-          Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah
-          Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
-          Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan
-          Hidup berdasarkan definisi
-          Sulit bersosialisasi
-          Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya
-          Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)
-          Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)
-          Memerlukan persetujuan

2. PLEGMATIS – SI PECINTA DAMAI

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan Phlegma (lendir). Dimana orang yang phlegmatis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti tidak suka terburu-buru, tenang, tidak mudah dipengaruhi, setia, dingin, santai dan sabar.
 Orang dengan tipe ini suka dengan kehidupan yang damai- damai saja dan tenang. Apabila dihadapkan pada suatu masalah, maka dia akan mencari solusi dengan cara damai dan diselesaikan dengan tenang. 
Kelebihan:
-          Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
-          Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik
-          Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana
-          Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)
-          Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
-          Penengah masalah yg baik
-          Cenderung berusaha menemukan cara termudah
-          Baik di bawah tekanan
-          Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
-          Rasa humor yg tajam
-          Senang melihat dan mengawasi
-          Berbelaskasihan dan peduli
-          Mudah diajak rukun dan damai
Kelemahan:
-          Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru
-          Takut dan khawatir
-          Menghindari konflik dan tanggung jawab
-          Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
-          Terlalu pemalu dan pendiam
-          Humor kering dan mengejek (Sarkatis)
-          Kurang berorientasi pada tujuan
-          Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri
-          Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat
-          Tidak senang didesak-desak
-          Menunda-nunda / menggantungkan masalah

3. SANGUINIS – SI POPULER

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan Sanguis (darah). Dimana orang yang sanguinis adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup mudah berganti haluan, ramah, mudah bergaul, lincah, periang, mudah senyum, dan tidak mudah putus asa.
Negatifnya, orang tipe sanguis umumnya berfikiran pendek, sulit berkonsentrasi dan tidak teratur. mereka dapat stres jika terjebak dalam situasi yang mana hidupnya terasa tidak menyenangkan karna orang sanguis takut untuk tidak populer
Kelebihan:
-          Suka bicara
-          Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstrative
-          Antusias dan ekspresif
-          Ceria dan penuh rasa ingin tahu
-          Hidup di masa sekarang
-          Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
-          Berhati tulus dan kekanak-kanakan
-          Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
-          Umumnya hebat di permukaan
-          Mudah berteman dan menyukai orang lain
-          Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
-          Menyenangkan dan dicemburui orang lain
-          Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
-          Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
-          Menyukai hal-hal yang spontan
Kelemahan:
-          Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
-          Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
-          Susah untuk diam
-          Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
-          Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
-          RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
-          Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
-          Mudah berubah-ubah
-          Susah datang tepat waktu jam kantor
-          Prioritas kegiatan kacau
-          Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
-          Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
-          Egoistis
-          Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
-          Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”

4. KOLERIS – SI KUAT

Cairan yang lebih dominan dalam tubuh yaitu cairan Chole (empedu kuning). Dimana orang yang koleris adalah orang yang memiliki tipe kepribadian yang khas seperti hidup penuh semangat, keras, hatinya mudah terbakar, daya juang besar, optimistis, garang, mudah marah, pengatur, penguasa, pendendam, dan serius.
Sisi negatifnya, mereka orang yang tidak sabaran, segalanya harus cepat karna memang sifat keproduktivitasnya yang tinggi. mereka juga gampang sekali marah, dan suka berprilaku kasar. Mereka juga suka kontoversi dan pertengkaran, bertolak belakang dengan dengan plegmatis yang cinta damai. sifat mereka juga kurang bersimpati dengan sesama, suka memanipulasi orang lain, memperalat orang lain dan juga susah untuk meminta maaf walaupun jika dia sendiri salah.
Kelebihan:
-          Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif
-          Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan
-          Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target
-          Bebas dan mandiri
-          Berani menghadapi tantangan dan masalah
-          Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
-          Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas
-          Membuat dan menentukan tujuan
-          Terdorong oleh tantangan dan tantangan
-          Tidak begitu perlu teman
-          Mau memimpin dan mengorganisasi
-          Biasanya benar dan punya visi ke depan
-          Unggul dalam keadaan darurat
Kelemahan:
-          Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)
-          Senang memerintah
-          Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai
-          Menyukai kontroversi dan pertengkaran
-          Terlalu kaku dan kuat/ keras
-          Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik
-          Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci
-          Sering membuat keputusan tergesa-gesa
-          Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
-          Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan
-          Workaholic
-          Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf
-          Mungkin selalu benar tetapi tidak populer

Nah itu dia tipe-tipe kepribadian menurut hippocrates. Kamu termasuk tipe yang mana? Seseorang dapat memiliki satu atau dua kepribadian pada dirinya.
Jadi, sobat, yuk kita lebih memahami karakter dirimu dan orang disekitarmu agar dapat beradaptasi dengan siapa saja tanpa berpikiran negatif.

Source:
https://feciku.wordpress.com/2017/09/06/4-tipe-kepribadian-manusia-sanguinis-melankolis-koleris-plegmatis-kamu-yang-mana/


Tipe - Tipe Gaya Belajar

Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal dibandingkan d...