Gaya belajar dapat didefinisikan sebagai cara seseorang
dalam menerima hasil belajar dengan tingkat penerimaan yang optimal
dibandingkan dengan cara yang lain. setiap orang memiliki gaya
belajar yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar sambil mendengar musik, ada
juga yang lebih suka dengan suasana tenang. Ada yang menyukai belajar dari
praktik, ada juga yang lebih menyukai belajar cukup dari baca buku saja. Mengetahui gaya belajar seperti apa yang sesuai untuk
Anda bukan berarti membatasi kemampuan Anda, justru cenderung akan membantu
belajar lebih efektif dan efisien.
Apa itu Gaya Belajar Visual,
Auditory dan Kinestetik?
Model
gaya belajar VAK adalah suatu model yang dikembangkan oleh para psikolog pada
tahun 1920an, dengan melakukan pendekatan menggunakan penerima sensor ransangan
paling utama dalam otak Anda, yaitu visual, auditori dan kinestetik.
Berdasarkan model ini, umumnya seseorang memiliki satu gaya belajar yang paling
sesuai bagi dirinya, sehingga gaya belajar tersebut akan jadi yang paling
dominan Anda gunakan. Tapi dalam pengaplikasiannya, penggabungan beberapa gaya
belajar seringkali ditemukan.
Nah, maka dari itu supaya
memudahkan proses belajar kita harus tahu dulu nih gaya belajar seperti apa yang sesuai dengan diri kita.
Ini bakal ngebantu kita banget lho!
Apalagi buat yang masih bingung cara belajar yang tepat.
1. Gaya
Belajar Visual
Seseorang yang memiliki gaya
belajar visual cenderung belajar melalui hubungan visual (penglihatan). Dengan
demikian dalam gaya belajar visual yang sifatnya eksternal, ia menggunakan
materi atau media yang bisa dilihat atau mengeluarkan tanggapan indera
penglihatan. Materi atau media yang bisa digunakan adalah buku, poster,
majalah, rangka tubuh manusia, peta, dan lain-lain.Sedangkan gaya belajar
visual yang bersifat internal adalah menggunakan imajinasi sebagai sumber
informasi. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman
belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk.
Karakteristik
Tipe Visual:
1. Lebih
mudah mengingat dari yang dilihat daripada yang didengar
2. Lebih
suka membaca daripada dibacakan
3. Berbicara
dengan tempo agak cepat
4. Cukup
peduli dengan penampilan dan pakaian
5. Lebih
menyukai melakukan demonstrasi daripada pidato
6. Sulit
untuk menerima instruksi secara verbal kecuali ditulis
7. Tidak
mudah terdistraksi dengan keramaian
8.
Suka menggambar apa pun di kertas
Cara
Belajar yang Tepat untuk Visual:
1. Belajar
dari gambar maupun video yang menarik
2. Membaca
buku yang tidak hanya tulisan saja tetapi juga memiliki ilustrasi
3. Saat
belajar bisa sambil lakukan doodling supaya
lebih focus
4. Gunakan
spidol warna-warni saat membuat catatan
5. Membuat mind mapping untuk memudahkan
belajar
2. Gaya
Belajar Auditorial
Gaya belajar ini cenderung
menggunakan pendengaran/ audio sebagai sarana mencapai keberhasilan dalam
belajar. Gaya belajar auditori yang bersifat eksternal adalah dengan
mengeluarkan suara atau ada suara. Mereka dapat membaca keras, mendengarkan
rekaman kuliah, diskusi dengan teman, mendengarkan musik, kerja kelompok, dan
lain-lain. Gaya auditori yang bersifat internal adalah memerlukan suasana yang
tenang-hening sebelum mempelajari sesuatu. Setelah itu diperlukan perenungan
beberapa saat terhadap materi apa saja yang telah dikuasai dan yang belum.
Karakteristik
Tipe Auditorial:
1. Lebih
mudah mengingat sesuatu dari apa yang didengar daripada yang dilihat
2. Senang
mendengarkan
3. Mudah
terdistraksi dengan keramaian
4. Kesulitan
dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual
5. Pandai
menirukan nada atau pun irama suara
6. Senang
membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir mereka
7. Biasanya
merupakan pembicara yang fasih
8. Mudah
dalam mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru
Cara
Belajar yang Tepat untuk Auditorial:
1. Dengarkan
musik yang disukai
2. Bisa
merekam saat guru mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali
3. Apabila
membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah
mengingat
4. Mendengarkan
materi yang diajarkan guru saat di kelas dengan seksama
5. Belajar
dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat
materi
Orang yang bergaya belajar
kinestetik belajar melalui gerakan-gerakan sebagai sarana memasukkan informasi
ke dalam otaknya. Penyentuhan dengan bidang objek sangat disukai karena mereka
dapat mengalami sesuatu dengan sendiri. Gaya belajar jenis ini yang bersifat
eksternal adalah melibatkan kegiatan fisik, membuat model, memainkan peran,
berjalan, dan sebagainya. Sedangkan gaya belajar kinestetika yang bersifat
internal menekankan pada kejelasan makna dan tujuan sebelum mempelajari sesuatu
hal.
Karakteristik
Tipe Kinestetik:
1.
Menyenangi
belajar dengan metode praktik
2.
Kadang
kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam bercerita
3.
Menyukai
aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari
4.
Saat
berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh
5.
Menghafal
dengan cara berjalan atau melihat
Cara Belajar yang Tepat
untuk Kinestetik:
1. Saat
mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan
2. Belajar
sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan
atau sesederhana menjetikkan jari
3. Melakukan
eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru
4. Bisa
mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, misalnya untuk
pelajaran Sejarah bisa mengunjungi museum
5. Mengikuti
ekstrakurikuler seperti seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)
Yaa, itulah perbedaan dari tiga gaya belajar tersebut. Bagaimana?
Apakah sudah lebih memahami dirimu lebih baik lagi? Dan juga setiap orang bisa memiliki
lebih dari satu gaya belajar. Semoga dengan memahami gaya belajar yang tepat,
bisa belajar secara lebih efektif lagi ya! J
Source :
http://meylina-naini.blogspot.com/2010/05/jenis-jenis-gaya-belajar.html








